Sebenarnya, Yuan melanjutkan bahwa yang ia inginkan dalam diskusi tersebut adalah Strategi Teknis. Karena menurut dia, strategi teknis akan ada membahas tentang tenaga kerja yang dididik itu nanti siapa, yang mendidik siapa. Karena informasi masalah lahan sudah bagus, ada kurang lebih 165.000 hektar.
“Jadi yang ingin kami dengar dalam forum diskusi selankutnya adalah tentang Strategi Teknisnya,” harap Yuan.
Tambahnya, sebuah literasi mengatakan “sehebat apapun program yang dibuat, perencanaan dan semangatnya, tidak akan pernah berhasil apabila masyarakat lokalnya tidak disejahterakan,” tegasnya.

Dalam wawancara, Ketua Tim Percepatan Pembangunan Provinsi Kalteng Rahmadi G. Lentam, SH, megatakan, akan terus-menerus menghimpun masukan-masukan dari masyarakat. Karena merekalah (masyarakat setempat) yang lebih paham tentang kontur budaya di tempatnya.
Tapi yang lebih penting, Rahmadi menegaskan, ini adalah kesempatan, ambil kesempatan itu dan jangan takut untuk menjadi masyarakat yang siap terlibat dalam program food estate tersebut.
“Inilah saatnya orang dayak berlari dan menjemput berkah food estate ini,” harapnya.
Rahmadi juga menjelaskan, kegiatan forum diskusi ini bukan sarana menghimpun antara setuju dan tidak setuju. Tapi menghimpun masukan, saran dan pendapat dari berbagai pihak dalam hal ini adalah orang dayak (masyarakat setempat). Inilah salah satu Grand Desain kita kedepannya.

