Pemerintah melakukan akselerasi penyiapan sarana diagnosis dan pengobatan untuk meningkatkan akses dan mutu yang jauh lebih baik. Penggunaan tes cepat molekuler (TCM) diupayakan tersedia pada setiap kabupaten kota, RS rujukan, balai laboratorium dan puskesmas prioritas. Saat in sudah terpasang dan digunakan sevabyak 515 TCM diseluruh Indonesia. Sedang dilakukan pemasangan sejumlah 425 TCM sampai pada akhir tahun ini. Dalam pengobatan telah diterapkan pengobatan jangka pendek untuk TB resistan obat sejak Agustus 2017 dan desentralisasi pelayanan ke Puskesmas untuk menghasilkan kepatuhan dan akses layanan yang lebih baik bagi pasien.

Penguatan kepemimpinan program TBC akan meningkatkan pembiayaan bersumber dalam negeri baik pada tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Hal ini sangat penting untuk mengurngi ketergantungan pembiayaan bersumber donor yang pada waktunya akan berakhir.

 

Indonesia siap dan mendukung sepenuhnya komitmen percepatan eliminasi serta mengharapkan isu isu penting yang ada di dalam Deklasi Delhi akan menjadi bagian dari keluaran pada High Level Meeting – United Nation General Assembly on TB.

*#Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI, berkerja samad dengan Www.lintasberita1.com .#*