PALANGKA RAYA, Lintasberita1 – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) selalu berupaya agar semua infrastruktur yang dibangun bisa dilalui dengan baik, dioperasionalkan dan difungsionalkan. Namun karena refokusing anggaran menyebabkan pembangunan infrastruktur menjadi tidak lancar.
Tentunya ini berdampak pada ruas jalan yang semakin rusak, karena keterbatasan dalam masalah anggaran. Karena itu, saat ini sangat dibutuhkan semua komponen dan stakeholder terkait untuk bisa saling mendukung dalam pembangunan infrastruktur di daerah.
Demikian dijelaska Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Edy Pratowo saat memimpin Rapat lanjutan penanganan jalan rusak di Ruas Jalan Lingkar Selatan Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, Jumat (25/6/2021).
Kalimantan Tengah ini hanya beberapa Daerah yang barangkali mampu diluar dana transfer naik ke DAK yang bersumber dari PAD. “Kami yakin bahwa Kabupaten Kotawaringin Timur dari ekonominya sangat baik sekali dibanding Kabupaten/Kota di Kalteng yang lain”, imbuhnya.
Dalam rapat ini, tidak membahas siapa yang harus dipersalahkan. Namun bagaimana win win solustionnya, agar jalan lingkar selatan segera dapat berfungsi dengan baik lagi.
“Di sini, peran serta Perusahaan Besar Swasta (PBS) sangat dibutuhkan, selaku pengguna terbesar jalan lingkar selatan ini. Dibutuhkan komitmen bersama, untuk membangun kemajuan daerah demi mewujudkan Kalteng semakin berkah,” pungkasnya.

