Adapun untuk ketersediaan Reagen, Pemerintah Prov. Kalteng merencanakan dengan memesan bahan tersebut jauh lebih awal sebelum ketersediaan menipis kondisi ini disebabkan karena stok terkendala pengiriman dari Luar Negeri maka segera dilakukan pemesanan Reagen tersebut. Dengan banyaknya Laboratorium yang ada tentu kebutuhan distribusi lebih banyak, Pemprov. Kalteng berharap bisa terus belanja bahan Reagen tersebut. Pemprov. Kalteng juga mendapat bantuan dari BNPB Pusat yang dikirim secara periodik.

“Selama ini Pemprov. Kalteng telah melakukan rapid tes massal, dengan masyarakat dimana keterlibatan unsur dari Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi, baik itu TNI dan POLRI juga sama-sama terlibat. Pemprov. Kalteng juga terus melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat tentang protokol kesehatan dan melakukan tracing (penelusuran) secara agresif seperti yang disampaikan Kapolda tadi dan sesuai perintah Presiden RI dan kita berharap tracing (penelusuran) ini betul-betul segera ditelusuri apabila ada kasus tertentu dan kontak eratnya dengan siapa saja, supaya dilakukan lokalisir. Gubernur juga menyampaikan, tidak ada lagi isolasi mandiri, Pemda harus menyiapkan isolasi yang mana apabila orang itu OTG atau apapun langsung di isolasi karna apabila orang tersebut isolasi sendiri kita tidak tau seberapa jauh disiplin orang tersebut, dengan adanya asrama atau ruangan isolasi yang disiapkan oleh Pemerintah akan dijaga dan aktifitasnya akan di kontrol,” terang Fahrizal Fitri.

