Produk pengolahan hasil cengkeh di Kalteng, untuk produk primernya yakni bunga cengkeh kering dan produk olahan meliputi minyak cengkeh, eugenol dan senyawa turunan eugenol. Lokasi pengembangan Sumber Daya Genetik cengkeh di Kabupaten Barito Barito Utara seluas 0,5 Ha dan Kabupaten Murung Raya seluas 5 Ha.

Hadir juga narasumber lainnya diantaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Lamandau, Sekretaris Daerah Kabupaten Seruyan dan Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas yang menyampaikan materi tentang Program Pemeritah Daerah dalam pengelolaan SDG lokal serta potesi dan keragaman genetic SDG lokal padi (Oryza sp.), ubi talas (Colocasia sp.), ubi uwi (Dioscorea spp.), cengkeh (Syzygium aromaticum syn. Eugenia aromatic) dan pala (Myristica fragrans) di Kabupaten masing-masing. Hadir pula Alliance of Bioversity International and CIAT Haryanti Koostanto memaparkan mengenai Pengenalan tim hibah persiapan proyek meliputi rancangan proyek dan peta jalan hibah persiapan proyek / rentang waktu delapan bulan. Selain itu, Alliance of Bioversity International and CIAT Dr. Wawan Sujarwo yang memaparkan terkait Rencana dan kegiatan, penilaian dasar nasional dan regional, kunjungan lapangan, tinjauan pustaka, analisis tematik, penilaian lapangan dan konsultasi masyarakat meliputi Pengumpulan data dasar, langkah kunci selanjutnya, perencanaan dan logistik. Terakhir, Kementerian Desa Pembangaunan Daerah Teringgal Dan Transmigrasi yang menjelaskan terkait Pengamanan di tingkat masyarakat dengan fokus pada wilayah sasaran dan tanaman terpilih untuk Prov. Kalteng untuk implementasi di masa mendatang.