Sebaran Padi Lokal di Kalteng, Kabupaten Barito Selatan terdapat 7 jenis padi lokal, Kabupaten Barito Timur terdapat 19 jenis padi lokal, Kabupaten Barito Utara terdapat 14 jenis padi lokal, Kabupaten Gunung Mas terdapat 11 jenis padi lokal, Kabupaten Kapuas terdapat 6 jenis padi lokal, Kabupaten Katingan terdapat 7 jenis padi lokal, Kabupaten Kotawaringin Barat terdapat 3 jenis padi lokal, Kabupaten Kotawaringin Timur terdapat 1 jenis padi lokal, Kabupaten Lamandau terdapat 10 jenis padi lokal, Kabupaten Pulang Pisau terdapat 7 jenis padi lokal, Kabupaten Seruyan terdapat 7 jenis padi lokal, Kabupaten Sukamara terdapat 2 jenis padi lokal dan Kabupaten Murung Raya terdapat 18 jenis padi lokal.
Padi Lokal Kalteng yang sudah terdaftar di Kementerian Pertanian. Di Kabupaten Katingan diantaranya Babilem Hai, Babilem Kurik, Jaragan Mayang, Jaragan Baputi, Pudak, Hiup dan Sirandah. Kabupaten Barito Utara diantaranya Talun Koyem, Talun Setia, Talun Longkong dan Talun Raden Pahit. Kabupaten Lamandau diantaranya Sehui, Kumpang Omas, Ronik, Semondung dan Bunga Buluh. Kabupaten Barito Timur yakni Siam Busu, Kabupaten Kotawaringin Barat Sei Sekonver dan Kabupaten Kotawaringin Barat yakni Siam Epang.
Sementara itu, ubi talas, nama lokal talas di Kalteng “Kujang”. Budidaya Talas, dapat tumbuh di Daerah rawa gambut dengan penambahan kapur 1 ton/ha bila pH nya di bawah 5, tanaman talas mengandung asam perusi (asam biru atau HCN). Umbi dapat mencapai 4 kg atau lebih, berbentuk sIlinder atau bulat, berukuran 30 cm x 15 cm, berwarna coklat. Daunnya berbentuk perisai atau hati, lembaran daunnya 20-50 cm panjangnya, dengan tangkai mencapai 1 meter, warna pelepah bermacam-macam. Tanaman ini diusahakan petani di pekarangan sekitar rumah dan di kebun-kebun. Sebaran lokasi talas, di Indonesia talas bisa di jumpai hampir di seluruh kepulauan dan tersebar dari tepi pantai sampai pegunungan di atas 1000 m dpl, baik liar maupun ditanam, di Benua Afrika bagian Barat, di Daerah Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Barat (budidaya secara teratur) dan Daerah Aceh, Kalteng, Bengkulu, Kalimantan Barat dan Nusa Tenggara Timur (Budidaya namun tidak teratur). Manfaat talas yakni Bagian batang, umbi dan sulur dari akar dapat dimanfaatkan untuk bahan makanan dan sayur. Contoh : bagian sulur dari akar dimasak/direbus sebagai sayuran khas Dayak. Ciri khas rasa bagian sulur talas/ kujang : agak berlendir, sedikit manis, agak gatal. Selain itu, sebagai sumber karbohidrat non beras (pangan olahan), sebagai pakan ternak dan sebagai bahan baku biopestisida ramah lingkungan.

