Freddy juga menyampaikan bahwa pembahasan RPJMD ini juga telah dilakukan dengan sejumlah pihak baik dari unsur pemerintah provinsi, kemudian juga dengan akademisi dari UPR, UMPR,UNGKRI dan STAHN Tampung Penyang. Pansus di dampingi eksekutif juga telah menggelar kaji banding ke Semarang, Jawa Tengah.
Berkaitan dengan diskusi dengan pihak akademisi jelas Freddy ada beberapa point penting yang di dapat diantaranya berkaitan akan pentingnya kemandirian daerah, peningkatan PAD, penguatan ekonomi masyarakat, penguatan peranan pergurun tinggi.
Perlu adanya pengelolaan SDA yang arif dan bijaksana serta pelestarian lingkungan dan pembiaya SDM. Tidak hanya itu juga menyangkut peningkatan kualitas dan kuantitas guru. Usulan pengelolaan SLTA di kembalikan ke provinsi.
Freddy juga menyampaikan yang tidak kalah penting yaitu pemantapan birokrasi, pembentukan forum rektor guna memberikan masukan bagi pemprov serta mencegah potensi bencana yang dilalukan secara terukur.
“Dalam RPJMD ini juga perlu di kunci target-target PAD,”tambahnya.
Dijelaskan bahwa Pemprov Jawa Tengah selalu melakukan evaluasi pada tiap pertengahan periode pembangunan oleh eksekutif dan legislatif. “Disana ada evaluasi tengah periode bersama eksekutif dan legislstif sejauh mana progres RPJMD, artinya selalu terpantau dan terukur. Sehingga tau tingkat keberhasilan semua bidang dalam RPJMD. Hal ini juga kita perlu lakukan di Kalteng,”ungkapnya.

