Ia meminta Kementerian Dalam Negeri memaknai keterbukaan informasi saat ini sebagai contoh transparansi dan keterbukaan. Dia memberikan argumen yang logis dan menyebutkan bahwa penjabat bupati dari pejabat pusat telah ditunjuk, yang menimbulkan kebingungan yang harus dia uraikan. Ia juga membahas tantangan yang akan dihadapi oleh Plt Bupati dalam hal memahami masyarakat lokal dan menyelesaikan visi dan misi. Ia menekankan pentingnya hubungan emosional dalam percepatan pembangunan. Tanpa hubungan emosional, bahkan orang yang paling kompeten sekalipun dapat menghadapi hambatan dalam menjalankan tugasnya.

Dalam rapat tersebut, Gubernur menyebutkan bahwa penjabat bupati yang baru akan menjabat selama satu tahun harus meluangkan waktu untuk memahami kondisi daerah dan masyarakat sekitar sebelum mulai bekerja.

Evaluasi akan dilakukan setelah itu, tetapi jangka waktu lima tahun tidak cukup untuk sepenuhnya mencapai visi dan misi. Hubungan emosional dengan masyarakat juga penting dalam percepatan pembangunan, dan tanpa itu, menjalankan tugas akan terasa berat.

Gubernur berencana menggelar rapat koordinasi dengan Wagub dan Forkopimda untuk membahas masalah penetapan Pj Bupati Barito Selatan dan Pj Bupati Kotawaringin Barat. Pertemuan dengan FORKOPIMDA terpantau oleh awak media berlangsung secara tertutup. *#TIM#* www.lintasberita1.com