“Pasien juga diberi vitamin C dosis 200 mg sehingga imunitasnya sudah mulai ada. Pasien kooperatif. Dia hanya mengeluh pusing. Makanan yang diberikan bisa diusahakan masuk. Ketika pasien dinyatakan positif, asupan yang diberikan tetap sama tapi antibiotik hanya diberikan selama 5 hari,” tutur dr. Janet.

Lebih lanjut dijelaskan dr. Janet, pasien diberi anti virus Aluvia. Aluvia dapat diberikan 2×2 sehari selama 10-20 hari agar virus tidak lagi aktif di tubuh pasien. Namun, pemakaian obat ini harus melalui rekomendasi dokter. Sebagaimana diinformasikan, obat ini banyak digunakan oleh pasien di China dan dinyatakan sembuh. Setelah sembuh, menurut dr. Janet, pasien akan dikontrol oleh Dinas Kesehatan Kota melalui Puskesmas yang ditunjuk selain dianjurkan untuk tetap mengkonsumsi vitamin.

HIV dan Covid-19, dijelaskan dr. Janet, kurang lebih sama. Namun, HIV menekan sistem kekebalan tubuh sehingga kekebalan tubuh tidak berfungsi sama sekali. Sedangkan Covid-19 atau Virus Corona adalah virus yang mempunyai mahkota. Mahkota itu menginveksi sistem kekebalan tubuh sehingga kekebalan tubuh turun. Apabila pasien diberi anti virus, virus tersebut dipatahkan sehingga virus mati tidak ada sel inangnya. Setelah virus yang khususnya menyerang organ pernapasan itu mati, daya tahan tubuh pasien dapat membaik yang dibuktikan dari hasil laboratorium. Www.lintasberita1.com, #PERDI#