Siti menilai keterbukaan dalam pengelolaan dan penyaluran dana CSR juga menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan perusahaan. Informasi mengenai program, sasaran penerima manfaat, bentuk kegiatan, serta hasil pelaksanaan perlu disampaikan secara terbuka agar masyarakat dan pemerintah daerah dapat mengetahui kontribusi perusahaan.

Ia mendorong agar program CSR diarahkan pada kegiatan yang memiliki dampak jangka panjang, seperti bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengembangan usaha lokal, hingga pembangunan fasilitas yang benar-benar dibutuhkan warga.

“Program CSR sebaiknya diarahkan pada kegiatan yang memiliki manfaat jangka panjang, seperti pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengembangan usaha lokal, serta pembangunan fasilitas yang memang dibutuhkan warga,” jelasnya.

Ia menambahkan, perencanaan yang matang dan pengawasan secara berkala dapat memperkuat hubungan antara perusahaan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Dengan demikian, keberadaan perusahaan tidak hanya memberikan dampak terhadap perekonomian daerah, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan pengawasan yang baik dan audit independen, CSR diharapkan tidak berhenti sebagai formalitas. Program harus memiliki hasil yang jelas dan dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan,” tandas Siti. *#TIM#* www.lintasberita1.com