“Implementasinya adalah Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan  memberikan bantuan atau hibah kepada masyarakat, dimana akses PLN belum bisa masuk dalam dua atau tiga tahun ke depan. Bantuan PLTS untuk tahun 2024 diberikan kepada kurang lebih 20.711 rumah tangga di 186 Desa di seluruh Kalimantan Tengah. Didalam anggaran perubahan tahun ini juga,  mengakses lagi sekitar 25.000 keluarga di 184 Desa” timpalnya.

 

Dengan demikian, di seluruh desa sampai pelosok terpencil listrik menyala, yang diharapkan akan mampu mendorong produktivitas masyarakat menjadi kian meningkat “Kalteng menyala ini secara umum akan mengurangi gap kehidupan sosial masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan, padahal mereka hidup di bumi dan tanah yang sama, yaitu Bumi Tambun Bungai. Sejatinya harus mendapatkan pelayanan dan kehidupan yang sama layaknya” tutup Sugianto Sabran.

 

Sementara itu Kepala Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Tengah Vent Crisway secara   terpisah menjelaskan terkait upaya peningkatan rasio elektrifikasi rumah tangga berlistrik di Kalimantan Tengah. Menurutnya peningkatan rasio elektrifikasi  akan dilakukan melalui  program pemasangan baru listrik ke rumah tangga, dimana akses listrik sudah masuk oleh PLN, namun masih belum dapat dinikmati oleh  rumah tangga yang tidak mampu.