Palangka Raya, Lintasberita.com – Menjelang masa akhir jabatan pasangan Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran dan H. Edy Pratowo terus melakukan upaya percepatan pembangunan strategis, terutama program yang berdampak langsung kepada masyarakat. Salah satu diantara program strategis dan mendesak saat ini adalah meningkatkan Desa Berlistrik dengan Energi Baru Terbarukan (EBT) seperti PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya). Selain itu, untuk meningkatkan rasio elektrifikasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak mampu, dengan program bantuan pasang baru listrik atau BPBL (Bantuan Pasang Baru Listrik).

Dibincangi awak media di sela-sela kunjungan kerja ke Kabupaten Barito Utara Minggu (13/10/2024), Sugianto Sabran mengatakan salah satu penyebab belum terealisasinya pemerataan jaringan listrik di kalimantan Tengah, adalah dikarenakan wilayah Kalteng yang begitu luas, dengan kondisi geografis yang spesifik, serta infrastruktur di daerah terpencil yang masih sulit.
“Kondisi kelistrikan di Kalteng sebetulnya sudah surplus terkait dengan daya listrik, namun kendalanya adalah kondisi geografis, dimana infrastruktur ke daerah terpencil sangat terbatas sehingga akses listrik dari PLN masih sulit untuk menembus daerah terpencil” ucapnya.

