Kalteng pada 2022 akan menyediakan dana untuk pembangunan tambak udang tahap pertama sekitar Rp 85 miliar melalui APBD, selain itu juga akan membangun saluran transmisi tegangan menengah (SUTM) sepanjang 4 kilometer, serta pembangkit listrik. jaringan suplai di area tambak bekerjasama dengan PLN. Untuk mendukung tambak udang vaname / usus udang, pemerintah provinsi. Kalteng juga akan mengupgrade Jalan Sukamara-Lunci-Jerai menjadi sekitar Rp 80 miliar.

“Insya Allah pembangunan akan dimulai pada bulan April tahun 2022, saat ini tim teknis sedang melakukan persiapan-persiapan di lapangan. Karena  program shrimp estate ini nanti dikembangkan menjadi kawasan yang terintegrasi dengan wisata dan industri mulai dari hulu sampai ke hilirnya, maka segala aspek pendukung primer dan sekunder harus diperhatikan secara cermat.  Saya yakin program shrimp estate ini bukan hanya menjadi daya ungkit perekonomian, tapi akan menjadi salah satu sumber kekuatan ekonomi baru bagi wilayah pesisir Kalteng yang dimulai dari Kabupaten Sukamara, dan menjadi triger daerah lain” tutur H. Sugianto Sabran.

Dalam mengawal pengembangan, dukungan teknis dan pengelolaan usaha Tambak/Kluster Udang Vannamei, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan bekerja sama dengan tenaga ahli dan profesional antara lain Tim Ahli dari Universitas Gajah Mada (UGM), PT. Pusat Proteina Prima. Tbk Sidoarjo, termasuk Balai Besar Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, juga merupakan konsultan berpengalaman.