“Potensi keluatan dan perikanan Kalimantan Tengah luar biasa, tapi potensi yang begitu besar itu tidak akan ada artinya bila tidak ada aksi untuk menggerakkan dan mengelola dengan serius, potensi itu akan statis dan pada akhirnya terkubur Bersama harapan.  Dalam mengembangkan gagasan terhadap potensi kekayaan sumber daya alam, harus berangkat dari nawaitu yang tulus, yaitu untuk kesejahteraan rakyat” kata Gubernur Sugianto Sabran di Palangka Raya.

Pemilihan Sukamara sebagai lokasi tahap pertama untuk udang sangat logis mengingat tambak yang ada saat ini seluas 832 ha dan lokasi yang direncanakan untuk udang udang mencapai 1.999 ha. Pengembangan real estate udang tahap pertama seluas 40,17 hektar yang ingin dikembangkan pemerintah negara bagian. Kalteng akan terintegrasi penuh dengan pariwisata dan perikanan, dengan fasilitas yang lengkap termasuk hatchery, refrigeration, feed factory, safety Laboratory dan feed Nutrition Laboratory.

Sugianto Sabran, Gubernur Kalteng menegaskan, pengembangan tambak udang dapat menjadi percontohan nasional yang akan berdampak pada tumbuhnya operator komersial tambak udang Vanami di Kalimantan Tengah sehingga mendorong pemulihan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah serta penyerapan tenaga kerja dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kita harus bangun kawasan shrimp estate terintegrasi yang saling terkait dengan industri perikanan, sehingga segala kebutuhan terhadap pengelolaan selesai di satu kawasan. Setelah itu dikembangkan menjadi kawasan wisata eduksi, secara tidak langsung kita membangun pusat pembelajaran pengelolaan shrimp estate di Kalimantan Tengah, saya meyakini ini akan menjadi model nasional” ucap Sugianto.