Potensi SDA yang sedemikian besar ini tentunya memerlukan pengelolaan yang efektif dan berkelanjutan, agar dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Kalteng dan Indonesia pada umumnya. Dalam beberapa waktu yang lalu, pengelolaan SDA di Prov. Kalteng lebih bersifat ekstraktif dan dibawa ke luar Kalteng, melalui pelabuhan di luar Kalteng, sehingga daerah lain yang lebih merasakan manfaatnya.

“Bertolak dari pengalaman tersebut, maka ke depan kita harus lebih menekankan pada proses hilirisasi produk-produk SDA dan membangun kawasan-kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan laut, sehingga lebih memberikan efek ganda (multiplier effects) bagi perekonomian Kalteng,” kata Herson.

Sahli Herson B. Aden Buka FGD Konsultasi Publik ke II Grand Design Kalteng 2045
SAHLI Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Herson B. Aden saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Kalteng/Foto/Tim/lintasberita1.com

Herson menjelaskan, dinamika kehidupan sosial, ekonomi, budaya, dan politik yang dinamis dalam kurun waktu dua puluh (20) tahun mendatang, tentu saja menjadi tantangan bagi kita semua agar dapat dijadikan sebagai dorongan untuk melakukan percepatan pembangunan di berbagai aspek kehidupan.

“Untuk menjawab tantangan tersebut, kita dituntut mampu meningkatkan pengelolaan SDA secara efisien, efektif, dan berkelanjutan, serta meningkatkan akumulasi modal SDM, pengetahuan, sosial, SDA dan lingkungan, keuangan, dan infrastruktur untuk mewujudkan Kalteng Makin Berkah,” ucapnya.