“Sampai dengan saat ini, kabupaten yang sudah menetapkan status siaga darurat sebanyak 1 (satu) yaitu Kabupaten Sukamara, sedangkan kabupaten/kota lainnya masih memperhatikan situasi kondisi di lapangan mengingat bahwa secara faktual sebagian besar wilayah Provinsi Kalimantan Tengah masih mengalami hujan meskipun sudah memasuki bulan kemarau”, imbuh Wagub.

Lebih lanjut disampaikan, data Karhutla tahun 2022 sejak bulan Januari sampai dengan Juli 2022, terdeteksi 926 hotspot dan 115 kejadian Karhutla, dimana sejauh ini yang paling tinggi yaitu pada bulan Mei 2022, dan mengalami penurunan pada bulan Juni dan Juli 2022. Berdasarkan data dari BMKG Palangka Raya, puncak musim kemarau tahun 2022 di wilayah prov. Kalteng yaitu pada bulan Agustus 2022.

Disampaikan juga, kesiapan menghadapi Karhutla  tahun 2022, Pemprov Kalteng telah menyiapkan 8 langkah penting dan telah dilaksanakan, yaitu pertama, penyediaan anggaran melalui APBD Prov. Kalteng (Murni dan DBH DR), belanja tidak terduga, dan dana tugas pembantuan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM). Kedua, kesiapan personil sekitar 10.654 orang.

Ketiga, kesiapan peralatan penanganan karhutla di wilayah Prov. Kalteng. Keempat, aktivasi posko dan pos lapangan satuan tugas pengendali Karhutla Prov. Kalteng pada 19 Lokasi prioritas yang sumber dananya dari DBH DR. Kelima, pelaksanaan patroli pencegahan dan pemadaman dini Karhutla oleh Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan KPH, Manggala Agni, TRC BPBD, didukung TNI dan Polri.