Strategi lain yang disarankannya adalah mengubah daerah yang sering dilanda banjir menjadi daerah tangkapan air dan ruang publik hijau.

Wengga melanjutkan dengan menyatakan bahwa pendekatan ini tidak hanya meminimalkan risiko banjir tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan dan mendorong terciptanya ruang hijau yang bernilai ekologis.

Aspek yang sama pentingnya adalah pemberdayaan masyarakat. Wengga menyoroti pentingnya memberikan pendidikan yang komprehensif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan memperkuat kemampuan mereka dalam menanggapi bencana.

Wengga menyarankan untuk melaksanakan pelatihan mitigasi bencana, meningkatkan kesadaran tentang risiko kesehatan yang terkait dengan banjir, menumbuhkan pemahaman tentang praktik adaptasi lingkungan, dan membentuk kelompok relawan untuk penanggulangan bencana di tingkat masyarakat.

“Ilmu pengetahuan adalah pertahanan kita yang paling besar. Masyarakat harus memahami tidak hanya bagaimana bertahan hidup, tetapi juga bagaimana mencegah dan mengurangi risiko,” katanya.

Wengga mengakui bahwa transformasi ini penuh tantangan. Transformasi ini memerlukan komitmen politik, alokasi anggaran yang memadai, dan kolaborasi antarlembaga dan pemangku kepentingan.

Ia juga menyebutkan bahwa pendekatan terpadu, bukan sekadar koordinasi, diperlukan untuk mengatasi banjir.