“Whistle Blowing System wajib disosialisasikan saat MPLS. Jangan sampai siswa tidak tahu harus mengadu ke mana ketika mengalami persoalan di sekolah. Kita ingin setiap masalah bisa dimitigasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar,” katanya.
Menutup arahannya, Reza mengingatkan bahwa kepala sekolah dan guru merupakan garda terdepan dalam membentuk karakter dan masa depan generasi Kalimantan Tengah. Karena itu, setiap peserta didik berhak memperoleh lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas.
“Jangan pernah menganggap tugas menjadi kepala sekolah adalah hal biasa. Tanggung jawab kita sangat besar. Mau siswanya satu orang ataupun ratusan orang, mereka adalah masa depan Kalimantan Tengah. Karena itu mari kita jaga mereka dengan sebaik-baiknya melalui sekolah yang aman, disiplin, dan penuh kepedulian,” pungkasnya. *#TIM#* www.lintasberita1.com

