“BNPB mengeluarkan peringatan dini secara rutin yang didiseminasikan ke BPBD Provinsi se-Indonesia melalui media persuratan, WhatsApp Group, dan dapat diakses di website https://dashboardpencegahan.bnpb.go.id/peta/. Selain itu, BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah secara konsisten mendiseminasikan dengan cepat informasi peringatan dini dari BNPB ke BPBD Kab./Kota dan pihak terkait melalui WhatsApp Group,” tambah Alpius.
Selanjutnya, perwakilan dari Pusat data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tjilik Riwut Ihsan dalam paparannya menyampaikan bahwa curah hujan di Kalteng didominasi di wilayah barat dan wilayah tengah. ”Potensi hujan di wilayah barat dan wilayah tengah perlu diwaspadai. Dampak bencana yang ditimbulkan akibat hujan dapat menyebabkan, banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan bencana ekstrim lainnya,” paparnya.
Dijelaskan pula, secara umum tidak ada musim kemarau, hal ini dipengaruhi kondisi hujan yang terjadi di atas normal dan kondisi normal. Musim di Kalteng tidak sama dengan di wilayah lain, sebab Kalteng berada di dua zona musim. Pada zona musim hujan akan terjadi hujan sepanjang tahun, dan zona musim tidak ada hujan yang akan menyebabkan kemarau. Diprediksi, musim kemarau 2024 terjadi pada rentang Juli dasarian II, kemudian pada Agustus terjadi pada dasarian I yang merupakan awal musim kemarau,.

