Palangka Raya, lintasberita1.com – Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Provinsi Kalimantan Tengah (BPBPK Prov. Kalteng) mengelar Rapat Kesiapsiagaan Bencana pada Musim Pancaroba bulan April 2024 secara virtual melalui zoom meeting, Kamis (18/4/2024). Rapat ini diikuti oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial Kabupaten/Kota se Kalimantan Tengah, dan instansi terkait Pemprov Kalteng.
Acara rapat yang dipandu oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Alpius Patanan tersebut menyampaikan poin-poin penting sesuai amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, bahwa penanggulangan bencana bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana. Dalam Pasal 4 huruf a, tanggung jawab Pemerintah dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana meliputi pengurangan risiko bencana dan pemaduan pengurangan risiko bencana dengan program pembangunan. Perlindungan masyarakat dari dampak bencana dan penjaminan pemenuhan hak masyarakat dan pengungsi yang terkena bencana secara adil dan sesuai dengan standar pelayanan minimum.
“Banjir dilaporkan masih terjadi pada dua Kabupaten, yaitu di Kabupaten Barito Selatan dan Kabupaten Pulang Pisau. Masyarakat terdampak sebanyak 835 KK atau 2.705 jiwa. Banjir di Desa Mahajandau dan Sungai Jaya, Barsel, awal banjir 15 Desember 2023 hingga 16 April 2024, total 123 hari. Sedangkan banjir Desa Sei Hambawang, Pulpis, awal banjir 11 April 2024 sampai dengan 16 April 2024, total 6 hari. Update, tambahan data banjir yaitu Kabupaten Lamandau, dua Kecamatan, lima Desa/Kelurahan, masyarakat terdampak 264 KK, 831 jiwa, awal banjir 17 April 2024,” jelasnya.

