Selain itu, pelaksanaan penanggulangan bencana perlu didasarkan pada faktor spasial yang menonjolkan lokasi dan posisi suatu peristiwa. Hal ini didukung dengan dokumen dasar khususnya Kawasan Rawan Bencana (KRB) berbasis spasial, guna memudahkan pelaksanaan pelayanan lain terkait Sub Bencana. Oleh karena itu, sangat penting bagi personel penanggulangan bencana untuk memiliki pengetahuan tentang informasi spasial untuk meningkatkan ketepatan pelaksanaan penanggulangan bencana.

Salah satu komponen krusial dalam pelaksanaan penanggulangan bencana adalah Tim Reaksi Cepat (TRC). TRC berfungsi sebagai tangan dan kaki BPBD dalam melaksanakan upaya penanggulangan bencana. Oleh karena itu, penting bagi KKR untuk memiliki keterampilan pengetahuan spasial, sehingga mereka dapat melaksanakan tugasnya dengan cepat dan akurat, terutama di lokasi yang tepat. Pembicara menyampaikan keinginannya agar KKR dan staf penanggulangan bencana dapat meningkatkan kemampuan mereka melalui penerapan bimbingan teknis Sistem Informasi Geografis (GIS) Tingkat Dasar yang berkelanjutan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh kabupaten/kota yang sangat antusias mengikuti bimtek ini.Kami juga mengucapkan terima kasih kepada mitra kami di Borneo Nature Foundation (BNF) atas dukungannya.” Kerja sama ini akan terus berlanjut. Kami berharap hal ini akan semakin meluas dalam bantuan bencana. Kalimantan Tengah,” pungkas Alpius Patan.