Selain itu, Pembantu Inspektur II Diana yang merupakan salah satu peserta dari Inspektorat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah menyatakan, selain tanggung jawab penyampaian laporan pertanggungjawaban Kepala Daerah, terdapat berbagai peran pendukung yang berkontribusi signifikan terhadap transparansi dan akuntabilitas. laporan keuangan.

Disebutkannya, Perangkat Daerah (PD) merupakan sosok utama yang memiliki tingkat keahlian dan pengalaman tertinggi dalam mengelola keuangan daerah. Alasannya, karena mereka terlibat dalam transaksi sehari-hari, dan peningkatan kinerja mereka akan meningkatkan kinerja daerah, khususnya dalam hal tata kelola keuangan.

Disebutkan juga bahwa tantangan umum dalam penyusunan laporan keuangan Perangkat Daerah adalah kurangnya pemahaman menyeluruh terhadap sistem SAP Berbasis Akrual, khususnya terkait dengan kemampuan SDM. “Administrasi Keuangan Aparatur Daerah harus memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang sistem SAP Berbasis Akrual,” tutupnya.

Foto Bersama Peserta Diklat (MMC)

Turut hadir dalam pembukaan tersebut Ahmad Kholik, Kepala Bagian Penyelenggara Pusdiklat PKN Yogyakarta, mewakili Pengurus Pusdiklat PKN Yogyakarta, dan Fasilitator. Pelatihan diikuti total 40 peserta yang berasal dari berbagai lokasi antara lain Kota Palangka Raya, Kab. Murung Raya, Kab. Sukamara, Kab. Seruyan, Kab. Kotawaringin Barat, Kab. Gunung Mas, dan Kab. Lamandau. *#TIM#* www.lintasberita1.com