PALANGKA RAYA – www.lintasberita1.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Tengah menjadi narasumber dalam kegiatan pemaparan hasil Climate Vulnerability and Capacity Analysis (CVCA) dan penyusunan Community Early Warning System (CEWS) yang digelar במסגרת Program Konservasi Mawas oleh Yayasan BOS (Borneo Orangutan Survival Foundation).

Program ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas masyarakat untuk mendukung terbentuknya Program Desa Tangguh Bencana (Destana) di wilayah kerja Yayasan BOS Konservasi Mawas.

Kegiatan tersebut meliputi pemaparan hasil CVCA, penyusunan sumber informasi, perumusan alur CEWS, hingga penyusunan rencana tindak lanjut. Acara dihadiri berbagai unsur, mulai dari BMKG Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD Kabupaten Kapuas dan Barito Selatan, akademisi dari Universitas Palangka Raya dan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, hingga aparatur desa terkait.

Kegiatan dibuka oleh perwakilan Yayasan BOS Konservasi Mawas, Jhanson Regalino, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem peringatan dini berbasis masyarakat yang efektif dan berkelanjutan.

“Sistem peringatan dini tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada keterhubungan yang jelas antara sumber informasi, koordinasi penanganan, sistem berbasis data, dan aksi nyata di lapangan oleh pemerintah desa maupun masyarakat,” ujarnya.