Palangka Raya, lintasberita1.com – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah melalui bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi laboratorium mikroskopik yang berlokasi di Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya, Rabu (8 Juni 2022). Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Suyuti Syamsul mengatakan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban TBC tertinggi ketiga setelah China.
Suyuti menjabarkan, capaian indikator utama program TBC tingkat nasional tahun 2021, baik indikator penemuan dan pengobatan pada TB Sensitif Obat (SO) maupun TB Resisten Obat (RO), masih di bawah target nasional. Data Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) tahun 2021 menunjukkan bahwa capaian cakupan penemuan kasus TB CDR (Case Detection Rate) sebesar 48% dari target 86 %, dengan angka keberhasilan pengobatan (treatment success rate) sebesar 84%.
Di Kalteng sendiri, pada tahun 2021 berhasil tercatat sebanyak 2.895 kasus (CDR 30%), meningkat dibandingkan tahun 2020 dimana berhasil tercatat hanya 2.546 kasus (CDR 27%), namun masih di bawah target nasional yaitu CDR 86%, dan di bawah rata-rata nasional yaitu CDR 48%. Sedangkan angka keberhasilan pengobatan (success rate) Prov. Kalteng tahun 2021 (pasien pengobatan tahun 2020) sebesar 84 % atau masih di bawah target nasional yaitu 90% dan di bawah rata-rata nasional sebesar 86 %.

