Dalam kesempatan tersebut, Fajar Riza Ul Haq juga menyoroti pentingnya peningkatan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan di Kabupaten Pulang Pisau, terutama dalam hal kualitas tenaga pendidik.
Ia mendorong para guru untuk mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) guna meningkatkan kompetensi dan profesionalisme.
Selain sarana dan prasarana, ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman sebagai faktor utama dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.
“Kalau lingkungan belajar aman dan nyaman, anak-anak akan lebih termotivasi untuk belajar. Ini sama pentingnya dengan sarana fisik,” jelasnya.
Menurutnya, kualitas proses pembelajaran tetap menjadi fokus utama pemerintah. Sarana prasarana hanyalah faktor pendukung yang harus dibangun secara bertahap dan berkelanjutan.
Ia juga mengungkapkan target pembangunan nasional di sektor pendidikan yang cukup ambisius, yakni perbaikan hingga 300 ribu sekolah secara bertahap sampai tahun 2029.
“Target 2028 sekitar 228 ribu sekolah sudah diperbaiki. Artinya sarpras itu penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah kualitas pembelajaran,” tegasnya.
Wamen kembali menekankan bahwa prioritas revitalisasi tetap difokuskan pada sekolah rusak berat, wilayah terdampak bencana, dan daerah 3T, termasuk wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses dan jaringan.

