Selain itu, program revitalisasi sekolah juga terus digalakkan, terutama bagi sekolah yang mengalami kerusakan berat, rawan bencana, maupun yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Ia mengungkapkan bahwa pada tahun sebelumnya, Kabupaten Pulang Pisau telah menerima bantuan revitalisasi untuk 16 sekolah. Ke depan, jumlah tersebut diharapkan dapat meningkat seiring rencana pemerintah pusat memperluas cakupan program.
“Tahun lalu Pulang Pisau mendapatkan 16 sekolah yang direvitalisasi. Mudah-mudahan tahun ini bisa bertambah, seiring rencana Bapak Presiden yang ingin meningkatkan jumlah sekolah yang direvitalisasi hingga puluhan ribu secara nasional,” katanya.
Lebih lanjut, Wamen menegaskan bahwa kehadiran pemerintah pusat di daerah merupakan bentuk komitmen untuk menjamin pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.
“Kehadiran kami di sini adalah simbol bahwa pemerintah pusat benar-benar mendengarkan dan siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten,” tegasnya.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk ikut memperkuat dukungan melalui alokasi anggaran daerah (APBD), meskipun di tengah keterbatasan fiskal.
“Kita paham kondisi ekonomi saat ini, tetapi jika ada komitmen, kita bisa saling berbagi. Yang penting pendidikan tetap menjadi prioritas,” ujarnya.

