“Ini menunjukkan adanya korelasi antara pengentasan kemiskinan dengan kemajuan pendidikan,” ujarnya.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Tengah juga menunjukkan tren peningkatan yang signifikan, mencerminkan keberhasilan pembangunan di sektor pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
Wamen turut mengapresiasi berbagai inovasi daerah, termasuk penyediaan papan interaktif digital di sekolah-sekolah yang dinilai mendukung transformasi pembelajaran berbasis teknologi.
“Kami melihat program pusat dan daerah saling melengkapi. Ini menjadi kekuatan besar dalam mendorong kualitas pendidikan,” tambahnya.
Di sisi lain, pemerintah pusat juga menghadirkan kebijakan baru berupa Program Indonesia Pintar (PIP) bagi anak usia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yang untuk pertama kalinya diluncurkan pada 2026.
Program tersebut menyasar sekitar 888 ribu anak PAUD dengan bantuan sebesar Rp450 ribu per tahun untuk setiap penerima sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi pendidikan sejak usia dini.
“Kebijakan ini menjadi langkah awal menuju wajib belajar satu tahun prasekolah. Jika regulasi disahkan, maka anak usia enam tahun nantinya wajib mengikuti pendidikan PAUD,” ungkapnya.
Ia menegaskan pemerintah pusat siap terus berkolaborasi dengan daerah, termasuk Kalimantan Tengah, untuk memperluas akses pendidikan berkualitas secara merata. *#TIM#* www.lintasberita1.com

