Selain menghadiri peringatan Hardiknas, Wamen juga melakukan kunjungan ke sejumlah daerah di Kalimantan Tengah, termasuk meresmikan program revitalisasi sekolah yang telah dilaksanakan pada 2025.

Secara nasional, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun pada tahun lalu untuk memperbaiki lebih dari 16 ribu sekolah rusak berat serta membangun ruang kelas baru. Di Kalimantan Tengah, sebanyak 73 sekolah jenjang SMA, SMK, dan SKH telah menerima bantuan revitalisasi.

“Tahun ini kami berharap jumlah penerima manfaat di Kalimantan Tengah bisa ditingkatkan. Kami siap berkolaborasi karena anggaran revitalisasi kemungkinan akan bertambah,” jelasnya.

Untuk tahun 2026, pemerintah telah menyiapkan anggaran awal sebesar Rp14 triliun yang akan digunakan untuk merehabilitasi lebih dari 11 ribu sekolah. Bahkan, Presiden RI juga berencana memperluas cakupan revitalisasi hingga sekitar 70 ribu sekolah secara nasional.

Program tersebut diprioritaskan bagi sekolah rusak berat, wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah terdampak bencana.

Fajar menegaskan bahwa komitmen kuat pemerintah daerah akan berbanding lurus dengan dukungan dari pemerintah pusat.

“Semakin besar komitmen daerah, tentu pusat juga akan memberikan dukungan yang lebih besar,” tegasnya.

Ia juga menyoroti capaian positif Kalimantan Tengah berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), di mana angka kemiskinan ekstrem turun dari 0,39 persen pada 2024 menjadi 0,25 persen pada 2025, lebih rendah dari rata-rata nasional sebesar 0,88 persen.