“Kita patut bersyukur, berkat ridho dari Tuhan yang Maha Kuasa, disertai komitmen, konsistensi, dan koordinasi yang sangat baik dari kita semua, Pemerintah Daerah dengan DPRD yang didukung oleh seluruh elemen masyarakat Kalimantan Tengah, maka dari waktu ke waktu dalam lima tahun terakhir, pembangunan di Kalimantan Tengah terus menunjukkan peningkatan yang sangat berarti dan hasilnya dapat dinikmati dan dirasakan oleh seluruh masyarakat Kalimantan Tengah,” kata Wagub saat membacakan Pidato tertulis Gubernur Kalteng.
Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus meningkat dari tahun 2016 sebesar 69,13, meningkat hingga 71,05 pada tahun 2020. Laju Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah tahun 2018 sebesar 6,61% meningkat hingga 6,12% pada tahun 2019, tetapi pada tahun 2020 mengalami penurunan hingga sebesar -1,40%, namun masih diatas nasional yang mengalami penurunan hingga -2,07%. Persentase Penduduk Miskin Provinsi Kalimantan Tengah pada Maret 2016 sebesar 5,66% dan berhasil diturunkan hingga 4,82% pada Maret 2020, tetapi berdasarkan data pada September 2020 yakni pada masa dampak Pandemi COVID-19 melanda Indonesia, persentase penduduk miskin meningkat drastis hingga 5,26% sedangkan Nasional mencapai 10,19%.
”Pandemi COVID-19 sangat berdampak dan mempengaruhi berbagai sektor penunjang pembangunan. Hal ini tergambar dari penurunan capaian kinerja indikator makro. Pemerintah telah meningkatkan kesiagaan banyak rumah sakit dan peralatan yang sesuai dengan standar internasional, termasuk pada anggaran yang secara khusus dialokasikan bagi segala upaya pencegahan dan penanganan. Alokasi anggaran khusus tersebut mengurangi anggaran pelaksanaan program dan kegiatan di semua urusan pemerintahan, sehingga berpengaruh pada capaian kinerja sasaran di setiap urusan pemerintahan,” ungkap Gubernur Kalteng melalui Wagub Habib Ismail Bin Yahya.

