Ketiga, Melakukan komunikasi dan menghimbau kepada masyarakat untuk berbelanja secara bijak baik melalui media cetak/ offline maupun online; Keempat, TPID agar melakukan kajian terhadap kemungkinan opsi stabilitas harga jangka panjang dengan pemanfaatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan terlebih dahulu melakukan studi banding kepada daerah yang telah menerapkan sistem tersebut.

“Selanjutnya, kepada para pengusaha yang hadir pada kesempatan ini saya juga berharap agar segera melakukan antisipasi kemungkinan lonjakan kebutuhan masyarakat dengan menyediakan stok yang cukup, dan jika ada hambatan dalam arus distribusi agar segera melaporkan dan berkoordinasi dengan Dinas/ Instansi terkait,” tukas Edy.

Sementara itu ditempat yang sama Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Prov. Kalteng Aster Bonawaty dalam laporannya mengatakan maksud dan tujuan Rapat Koordinasi ini adalah untuk penguatan strategi, sinergi, dan koordinasi dalam mendukung pengendalian inflasi se-Kalteng ditengah pandemi covid-19 khususnya persiapan menjelang bulan Ramadan, untuk mendukung ketahanan pangan dan menjaga daya beli masyarakat Kalteng.

Kemudian melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, dalam rangka menjaga kestabilan harga dan ketersediaan stok/pasokan Barang Kebutuhan Pokok menjelang puasa Ramadan dan Hari Raya Idulfitri Tahun 2022 M/ 1443 H.