Kondisi ini dari sisi ekonomi tentunya akan berdampak positif, dimana peningkatan mobilitas masyarakat akan mendorong peningkatan ekonomi pada sisi konsumsi masyarakat. Namun demikian, normalisasi rantai pasokan yang belum berjalan optimal dapat berdampak pada peningkatan inflasi lebih lanjut.
“Saya sangat mengapresiasi kerja TPID dan seluruh Dinas/ Instansi terkait baik di level provinsi maupun kota/ kabupaten yang saya lihat sejak awal bulan Maret telah giat melakukan operasi pasar dalam rangka stabilisasi harga,” tutur Edy.
Edy menjelaskan tantangan pengendalian inflasi selama HBKN Ramadan dan Idulfitri tahun ini, selain masih dalam kondisi pandemi covid-19 serta kebijakan pelonggaran protokol covid-19 oleh pemerintah, juga perlu diwaspadai terkait rencana pemerintah untuk menaikan PPN sebesar 11% pada April 2022, serta kondisi geopolitik rusia dan ukraina yang mendorong peningkatan harga komoditas dunia antara lain minyak bumi, gas serta gandum.
Edy juga meminta dalam rapat HLM TPID dan HBKN Tahun 2022 yang diikuti oleh seluruh Kabupaten/ Kota se-Kalteng dapat melakukan langkah-langkah diantaranya: Pertama, Melakukan pemantauan secara berkala terhadap kecukupan stok barang dengan berkoordinasi dan bersinergi antar institusi, untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi barang selama HBKN Ramadan dan Idulfitri 2022; Kedua, Melakukan operasi pasar dalam rangka menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok di masyarakat selama bulan Ramadhan dan menjelang Idulfitri tahun 2022.

