Pendekatan utama yang direncanakan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2024 adalah dengan meningkatkan efektivitas Satgas Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan dan Posko Krisis Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi. Di Kalimantan Tengah, telah diaktifkan 75 Posko Dalkarhutla di 18 KPH, serta 35 Posko Lapangan di Kabupaten Prioritas. Selain itu, Status Siaga Darurat ditetapkan dan Posko Penanggulangan Bencana Hutan dan Kehutanan diaktifkan. Selanjutnya terjadi peningkatan Personel Pemadam Kebakaran Darat di Kawasan Prioritas atau Ring Satu, serta penerapan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), Patroli Udara, dan Waterbombing.

Ia menutupnya dengan meminta dukungan operasi TMC, Patroli Udara, dan Waterbombing atas nama Pemprov Kalteng untuk memperkuat dan menjangkau daerah-daerah terpencil yang terkena dampak kebakaran hutan dan lahan. *#TIM#* www.lintasberita1.com