Dalam pemaparannya, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah H. Edy Pratowo menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bekerja sama dengan Forkopimda berdedikasi untuk meningkatkan upaya pencegahan agar karhutla tidak menjadi malapetaka bagi masyarakat Kalimantan Tengah. kalimantan.
Wagub menyatakan, upaya penanggulangan karhutla di Kalteng semakin membaik setiap tahunnya, bahkan pada saat terjadinya fenomena El Nino. Kemajuan dapat dilihat melalui faktor-faktor seperti berkurangnya luas wilayah yang terkena dampak kebakaran, dampak kabut asap terhadap aktivitas sehari-hari, kesehatan, dan perjalanan udara.
Wagub menjelaskan, luas areal karhutla di Kalteng terus mengalami penurunan setelah tahun 2015. Tahun 2019 berkurang 266.084 hektar atau 45,58 persen dibandingkan tahun 2015, dan tahun 2023 berkurang 151.853 hektar atau 47,79 persen dibandingkan tahun 2015. hingga 2019.
Ia menambahkan, keberhasilan pengendalian karhutla di Provinsi Kalimantan Tengah tentunya dapat terlaksana berkat bimbingan dan dukungan dari Pemerintah Pusat. Hal tersebut salah satunya dilakukan melalui implementasi Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020 yang secara konsisten kami tindak lanjuti bersama Forkopimda untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Tengah.
Ditegaskan lebih lanjut, persiapan dan strategi penanggulangan karhutla pada tahun 2024 antara lain mengalokasikan dana DBH-DR sebesar Rp211 miliar dan BTT sebesar Rp150 miliar, serta peningkatan kemampuan personel sebanyak 9.784 personel. Inisiatif pengembangan masyarakat juga sedang berlangsung untuk melatih individu dalam pencegahan dan tanggap kebakaran. Selain itu, perbaikan infrastruktur juga dilakukan di berbagai tingkatan agar daerah dapat lebih siap dalam menangani kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memberikan hibah untuk proyek infrastruktur dan menawarkan bantuan sosial kepada masyarakat yang terkena dampak kebakaran.

