Syahrul mengungkapkan bahwa sektor pertanian masih kuat di masa pandemi seperti saat ini. “Pada Januari hingga Juni 2021, nilai ekspor menembus Rp 277,95 triliun atau meningkat 40,29% dibandingkan periode yang sama tahun 2020,” jelas Mentan yang berharap ekspor pertanian RI dapat berlipat ganda hingga 3 kali nilai hari ini pada 2024 mendatang dengan mengembangkan pula produk-produk potensial lainnya di samping kelapa sawit yang masih mendominasi.
Seusai menerima plakat kenang-kenangan dari Balai Karantina Pertanian Kelas II Palangka Raya di ruang kerjanya siang ini, Wagub Kalteng Edy Pratowo menyampaikan apresiasi dan dukungan pada launching atau pelepasan merdeka ekspor bidang pertanian yang dicanangkan Presiden. “Ini sangat baik sekali karena ini berarti kita diberikan kewenangan seluas-luasnya untuk melakukan upaya dalam rangka upaya perdagangan mengirim hasil-hasil produk pertanian dalam arti luas keluar wilayah kita,” jelas Wagub.
Dipaparkannya bahwa Kalteng kaya akan sumber daya alam dan berbagai potensi, termasuk potensi di bidang pertanian dalam arti luas, seperti karet yang memang sudah menjadi usaha turun-temurun dari masyarakat Kalteng, kemudian sawit dan sarang burung walet.
Wagub menambahkan bahwa Kalteng juga memiliki potensi ekspor untuk tanaman hias, seperti Janda Bolong dan Tanduk Rusa. “Itu banyak sebenarnya, banyak sekali tersebar di Kalimantan Tengah ini yang mungkin kalau dijual di sini hanya Rp 50 ribu, tetapi ketika itu menjadi bahan komoditi ekspor, harganya bisa 2 kali, 4 kali, bahkan bisa mencapai jutaan rupiah,” ujarnya.

