Lebih lanjut, Presiden meminta berbagai daerah mengembangkan sentra-sentra pertanian yang berorientasi ekspor. Sebab, dari total 514 kabupaten dan kota se-Indonesia, baru 293 kabupaten dan kota yang memiliki sentra komoditas pertanian unggulan ekspor, seperti untuk produk sawit, karet, dan kopi.
“Masih banyak komoditas yang sangat potensial untuk dikembangkan, seperti sarang burung walet, porang, minyak atsiri, dan komoditas lain, seperti bunga melati, tanaman hias, udamame, dan hortikultura lainnya yang kalau betul-betul kita beri perhatian akan jadi sebuah produk yang baik untuk ekspor,” papar Presiden.
Namun, selain pasar luar negeri, Presiden juga meminta pasar dalam negeri mendapat porsi perhatian yang cukup agar konsumen semakin mencintai produk dalam negeri.
Pelepasan ekspor komoditas pertanian hari ini dilaksanakan secara serentak dari 17 pintu ekspor di berbagai Bandara dan pelabuhan di Indonesia ke 61 negara, seperti Jepang, Hong Kong, dan Arab Saudi. Presiden menegaskan bahwa hal ini menjadi momentum untuk penguatan ekspor dan menandai kebangkitan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dalam laporannya menyampaikan bahwa nilai produk pertanian yang diekspor mencapai Rp 7,29 triliun. Produk ekspor ini berasal dari 341 kabupaten dan kota di Indonesia, dengan total berat mencapai 627,4 juta ton, yakni produk perkebunan 564,6 juta ton, produk pangan 4,3 juta ton, produk hortikultura 7,2 juta ton, produk peternakan 4 juta ton, dan beberapa komoditas lainnya 47,3 juta ton.

