Lebih lanjut, Ia juga mengatakan bahwa sejak menjabat sebagai rektor, ia ingin UPR dapat memberikan kontribusi dalam mencetak SDM baik lokal, regional Kalimantan, nasional, dan internasional.
Selain itu pada 2021 ini, sudah dipasang tiang pancang untuk membangun gedung kuliah terpadu berstandar internasional (smart class room), dan dapat menampung ribuan mahasiswa. Setelah pada 2020, UPR mendapat anggaran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) untuk membangun gedung PPIIG berlantai tujuh, dan menjadi satu-satunya pusat penelitian gambut di dunia.
“Tentunya setelah mendapatkan SBSN Sehingga ke depannya UPR akan menjadi kampus yang berbasis lingkungan. Untuk itu, saya meminta dukungan semua pihak dalam membangun UPR, dan saya ingin dari Kalteng dapat membangun dunia, salah satunya dari UPR, yang dimana perlu diketahui bersama bahwa sebelumnya hanya 45 persen program studi yang sudah terakreditasi. Sekarang, sudah sekitar 96 persen sudah terakreditasi B dan dua prodi terakreditasi A.,” tutup rektor Upr dan dilanjutkan dengan Room Tour Gedung Tertinggi dengan 7 Tingkat Pertama Dikalteng tersebut.
www.lintasberita1.com *#TIM#*

