“Faktor lain yang menjadi penghambat adalah kurangnya variasi dalam proses kegiatan pembelajaran sehingga respon positif siswa remaja kurang. Oleh karena itu, anak usia ini membutuhkan keterampilan belajar yang bervariasi dan menyenangkan,” ujarnya.
Ia menyatakan bahwa teks cerita sejarah memiliki peran penting dalam meningkatkan berbagai keterampilan menulis. Untuk membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan menulis cerita sejarah, salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan penggunaan strategi selama proses pembelajaran. “Ketika siswa senang atau terlibat dalam kegiatan menulis, mempraktekkan seni menulis cerita sejarah memberikan hasil yang positif,” ujarnya lebih lanjut.
Ia berharap kegiatan Bimtek ini dapat membangkitkan energi positif dan menjadi katalisator dan pemacu, khususnya bagi siswa SMA se-Provinsi Kalimantan Tengah, dalam meningkatkan kemampuan menulis cerita sejarah. “Tindakan menulis cerita sejarah memiliki tujuan sosial untuk merekonstruksi dan menyebarkan informasi yang berkaitan dengan peristiwa masa lalu dengan menyatukan informasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber. Hal ini pada akhirnya akan menghasilkan catatan yang komprehensif, memungkinkan kita untuk memahami kejadian masa lalu dan mengambil pelajaran berharga, khususnya di Provinsi Kalteng,” ujarnya.

