“Dalam proses pengumpulan data tersebut dibutuhkan dari pihak keluarga atau orang terdekat. Sasaran yang masuk ke dalam antemortrm adalah keluarga atau orang yang dengan korban.Khusus DNA harus diambil dari keluarga segaris, seperti ibu, ayah dan anak korban,” tuturnya. 

Berty menambahkan, tim DVI Polda Kalteng akan tetap bertahan sesuai dengan informasi operasi bencana. Sesuai SOP Basarnasa, maka operasi akan berlanjut hingga 25 November.

“Selama kegiatan berjalan kondusif dan lancar. Proses evakuasi sampai saat ini masih berjalan dan tim juga berada di lokasi tambang,” tuturnya.

www.lintasberita1.com *#RISMAN#*