“Inilah yang menjadi keprihatinan kami. Karena merasa tak mampu lagi menolong mereka,”
ucapnya terbata-bata.

Sebagai dokter ia sadar jika semua orang tak menghendaki terjangkit virus ini. Namun, kata dia, setidaknya seorang pasien yang sudah mempunyai tanda-tanda penyakit itu diharapkan jujur saat ditanya tentang histori perjalanannya. Karena sebagian besar tenaga medis yang tertular adalah dari pasien yang menutup dirinya dari informasi yang dibutuhkan tim medis.

Selain itu, dirinya juga mengatakan jika teman sejawatnya yang saat ini berjibaku dengan para pasien Covid-19 ini sudah membatasi berinteraksi dengan keluarganya. Anak, istri, suami yang ia sayangi pun harus rela berpisah untuk sementara waktu.

“Pengorbanan ini tak mengapa, asalkan jangan ditambah lagi beban dan kesedihan kami. Jujur, kami pun punya rasa kangen dan ingin kumpul bersama mereka,” pintanya. Www.lintasberita1.com, #Suhud Mas’ud#