Cerita ini sengaja saya tulis agar kita semua tahu betapa pentingnya mengikuti imbauan pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

Berawal saat ada kegiatan kemanusian dalam menanggulangi penyebaran virus corona ini. Dalam bincang-bincang kami disepanjang perjalanan seorang dokter yang ikut dalam kegiatan ini mengaku seringkali menangis dalam kesunyian.

“Bukan untuk diri saya pak, tapi kesedihan itu untuk semua masyarakat dan juga nasib teman-teman saya seprofesi yang saat ini di ujung tanduk,” tukasnya sembari mata berkaca-kaca.

Ia menjelaskan bukan hanya dirinya, namun beberapa teman dokter dan juga tenaga medis lainnya juga sering kali merenung dan menangisi nasib para pasien penyakit lain yang sedang ditanganinya. Bagaiman tidak sedih, kata dia, ketika seorang dokter yang sedang menangani banyak pasien bahkan ada yang mau operasi harus rela membiarkan dan meninggalkan mereka begitu saja dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Kami sebagai tim medis bukannya tak punya alasan, sambungnya, keterpaksaan meninggalkan mereka karena sebagian dari kami sudah harus isolasi diri karena ikut tertular Covid-19 dari pasien yang awalnya tidak jujur dan tak mau membuka diri. Dan pada akhirnya ratusan bahkan ribuan pasien dalam status penyakit lain harus menjadi korban.

“Inilah yang menjadi keprihatinan kami. Karena merasa tak mampu lagi menolong mereka,”
ucapnya terbata-bata.

Sebagai dokter ia sadar jika semua orang tak menghendaki terjangkit virus ini. Namun, kata dia, setidaknya seorang pasien yang sudah mempunyai tanda-tanda penyakit itu diharapkan jujur saat ditanya tentang histori perjalanannya. Karena sebagian besar tenaga medis yang tertular adalah dari pasien yang menutup dirinya dari informasi yang dibutuhkan tim medis.

Selain itu, dirinya juga mengatakan jika teman sejawatnya yang saat ini berjibaku dengan para pasien Covid-19 ini sudah membatasi berinteraksi dengan keluarganya. Anak, istri, suami yang ia sayangi pun harus rela berpisah untuk sementara waktu.

“Pengorbanan ini tak mengapa, asalkan jangan ditambah lagi beban dan kesedihan kami. Jujur, kami pun punya rasa kangen dan ingin kumpul bersama mereka,” pintanya. Www.lintasberita1.com, #Suhud Mas’ud#