Sirajul juga meminta agar kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) diperluas dengan pendekatan yang lebih kontekstual dan menyatu dengan budaya lokal. Selain kampanye, ia menekankan pentingnya ketersediaan fasilitas publik seperti taman kota, ruang olahraga terbuka, serta posyandu yang difungsikan secara aktif dan berkelanjutan.

“Kesadaran masyarakat bisa dibentuk, asalkan dibarengi dengan fasilitas dan program yang konsisten. Jangan hanya seremonial, tapi harus menyentuh langsung masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengimbau agar alokasi anggaran lebih difokuskan pada program pencegahan ketimbang pengobatan. Menurutnya, membangun kesadaran kesehatan sejak dini akan lebih efisien dan berdampak luas daripada menanggung beban pembiayaan kesehatan yang terus meningkat.

“Kita ingin masyarakat Kalteng bukan hanya panjang umur, tapi juga sehat dan produktif. Itu hanya bisa tercapai kalau kesadaran soal hidup sehat ditanamkan sejak sekarang,” pungkasnya. *#TIM#* www.lintasberita1.com