“Empat hal yang saya sampaikan di atas membutuhkan kerja keras, cara-cara inovatif, bukan rutinitas seperti biasa. Apalagi di saat menghadapi krisis perekonomian akibat pandemi Covid-19 ini, harus cepat (dan) inovatif, agar perekonomian nasional segera pulih, dan bahkan mampu bangkit lebih cepat dibanding negara-negara lain,” tegas Presiden.
Turut hadir pula secara virtual dalam rakornas ini, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, dan sejumlah pimpinan kementerian/lembaga tinggi lainnya.
Dalam laporannya, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menerangkan, “Rapat Koordinasi Nasional TPAKD ini merupakan sebuah momentum untuk meningkatkan komitmen dan kepedulian seluruh pemangku kepentingan, dalam menyediakan akses keuangan yang seluas-luasnya bagi seluruh lapisan masyarakat, mendorong pengembangan potensi unggulan di daerah, serta menciptakan sistem keuangan yang inklusif di Indonesia.”
“Kami meyakini bahwa Rakornas ini dapat memperkuat sinergi TPAKD, baik di tingkat Pusat maupun di daerah, sehingga implementasi program percepatan TPAKD ini dapat lebih optimal dan terarah,” imbuh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso.

