Fahrizal Fitri mengatakan, lahan food estate di Kecamatan Dadahup memiliki tantangan tersendiri.
“Dadahup ini memiliki tantangan begitu besar ditambah lagi dengan kondisi alam saat ini. Tinggal sekarang disaat kondisi sudah memungkinkan kita harus kebut, kejar untuk penanaman”, pungkas Fahrizal Fitri.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Prov. Kalteng Sunarti menambahkan, terkait dengan jaringan irigasi dan jembatan, Pemprov. Kalteng sudah berkoordinasi dengan PUPR dalam hal ini Balai wilayah sungai (BWS).
“Pada prinsipnya BWS siap, asal ditunjukan dimana-mana saja yang akan dibangun”, ucap Sunarti.
Sunarti mengatakan, terkait dengan bibit, dimana bibit yang ditanam sudah tidak layak.
“Dari TPHP Provinsi kita memiliki untuk 150 Ha, kita ada 3,5 Ton bibit untuk mengganti bibit yang sudah tidak layak”, tandas Sunarti.
Hadir secara virtual mengikuti Rakor diantaranya Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Sarwo Edhy, Direktur Perluasan dan Perlindungan Lahan Erwin Noorwibowo, Kepala Balai Besar Litbang Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP) Husnain, Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV Palangka Raya Dwi Cahyo Handono, Forkopimpda, serta para Pejabat Kabupaten terkait.
www.lintasberita1.com #TIM#

