“Selain itu, PKS ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk meningkatkan keterampilannya di bidang pelayanan kesehatan jiwa. “Sehingga mahasiswa di dunia kerja menjadi anggota masyarakat yang mempunyai kemampuan profesional untuk melaksanakan, mengembangkan, dan meningkatkan kebutuhan masyarakat yang hidup di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat baik bagi pihak maupun institusi.
Seniriaty juga menyampaikan harapan yang kuat agar setelah mengikuti pelatihan di RSJ Kalawa Atei, para siswa dapat mengembangkan pemahaman dan kasih sayang yang lebih besar terhadap kesehatan mental. Direktur RSJ Kalawa Atei menyatakan, hal ini akan memungkinkan mereka melakukan advokasi terhadap kesehatan mental di lingkungan sekitar.
Usai penandatanganan MoU, dilakukan orientasi mahasiswa. Sebelum melakukan kegiatan praktik, mahasiswa akan dibekali materi mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), pelayanan yang berpusat pada pasien, keselamatan pasien, dan Rumah Sakit. Promosi kesehatan.
Direktur Poltekkes Kemenkes Palangka Raya Mars Khendra Kusfriyadi berharap para mahasiswa mendapat edukasi awal sebelum memulai praktik klinis di RSJ Kalawa Atei melalui kegiatan orientasi ini. Ia menyatakan, mahasiswa diharapkan menerapkan dan memperhatikan pengetahuan dasar yang perlu dikuasai sebelum langsung memberikan pelayanan kepada pasien.

