PALANGKA RAYA. lintasberita1.com – Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr Andrie Elia S.E, MS.I putra Dayak yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Tengah ini selain menjabat sebagai Rektor juga merupakan tokoh adat Dayak Kalimantan Tengah yang dikenal oleh sejumlah kalangan dan pejabat di Kalteng sebagai sosok ramah, rendah hati dan supel bergaul. Kamis (03/12/2020).
Dalam setiap paparan yang disampaikannya, Rektor Universitas Palangka Raya Dr. Andrie Elia. SE.M.Si selalu menyampaikan bahwa Universitas Palangka Raya menjadikan budaya lokal sebagai jati diri. Hal ini berarti bahwa UPR turut memiliki peran dalam melestarikan, melindungi dan mengembangkan hasil kesenian daerah. Baik itu seni tari, seni tangan, bahasa daerah bahkan kuliner dan wisata daerah.
Bahkan dalam kegiatan rapat kerja (Raker) Dewan Adat Dayak Kota Palangka Raya pada Kamis (03/12/2020) Andrie yang diminta yang sebagai pemateri menegaskan bahwa pentingnya Hukum Adat untuk melindungi adat itu sendiri.
Hal ini diungkapkan Andrie dihadapan Damang Kepala Adat dan Mantir Adat Se Kota Palangka Raya saat acara tersebut digelar di Betang Palangka Hadurut Palangka Raya.
“Penerapan Sistem hukum adat Dayak adalah sebagai landasan hukum yang berlaku bagi masyarakat adat. Hukum yang bersifat khusus ini harus juga di pelajari, dilestarikan bahkan bisa diterapkan,” ucapnya


