
“Langkah-langkah yang sudah kita lakukan di tahun 2021 ketika menghadapi gelombang kedua harus semakin kita mantapkan”, ucapnya.
Sementara itu, dalam paparannya, Rini Forentina menyampaikan dampak dari omicron antara lain penularan cepat lebih dari 100%, reinfeksi dan penurunan efektivitas vaksin. Rini mengatakan efektivitas vaksin masih mampu menurunkan tingkat keparahan dan kematian namun akan terus menurun setelah 6 bulan dan 2 bulan setelah booster.
Berdasarkan perkembangan dari South-East Asia Region per 11 Januari 2022, selama seminggu terakhir, wilayah Asia Tenggara melaporkan lebih dari 699.000 kasus baru, peningkatan 418%, jumlah kasus baru tertinggi dilaporkan dari India (638.872 kasus baru; 46,3 kasus per 100.000; peningkatan 524%), kematian dalam seminggu terakhir.
Terhitung sejak 7 Desember 2021 hingga 12 Januari 2022, berdasarkan Indikator Rt, Kota Palangka Raya cenderung fluktuatif stabil, sementara Kabupaten seperti Katingan, kapuas, Pulang Pisau, barito Utara, Murung Raya, seruyan , Barito Selatan, Lamandau dan Sukamara memiliki risiko tinggi.
Suyuti Syamsul, Kepala Dinas Kesehatan, saat menyampaikan paparannya mengatakan Kalteng masih terkendali, dan sejauh ini belum ditemukan kasus Omicron. Suyuti menjelaskan, segala bentuk varian Covid-19 yang ditularkan melalui pernapasan tidak dapat dicegah dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat. Dia mengatakan masyarakat sekarang semakin jarang menggunakan prokes.

