Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI ini menyatakan, perjuangan organisasi Muhammadiyah sejak berdiri pada 18 November 1912, memang sudah berkhidmat bagi kemerdekaan Indonesia. Saat ini, kata Puan, Muhammadiyah berkhidmat untuk mengisi kemerdekaan.
“Sebelum Bung Karno membacakan teks proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia, beliau bersama tokoh-tokoh Muhammadiyah lainnya dan para pendiri bangsa lainnya telah membahas dan merumuskan Pancasila sebagai dasar falsafah dan ideologi negara Indonesia merdeka,” ujarnya.
Puan menyebut, meski Pancasila pada awalnya diperkenalkan Bung Karno dalam sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945, namun dalam proses selanjutnya dibahas, dirumuskan, dan disepakati secara bersama-sama oleh para pendiri bangsa lainnya.
“Pancasila telah menjadi kalimatunsawa atau titik temu yang mempersatukan di antara pandangan keagamaan dan aliran-aliran dalam bangsa kita sendiri,” papar Puan.
Dengan demikian, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 dan penerimaan Pancasila sebagai Dasar Negara oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 18 Agustus 1945 dinilai ibarat dua keping mata uang yang saling memberi bentuk dan makna. Menurut Puan, keduanya tidak dapat dipisahkan.
“Oleh karena itu, jika saat ini ada yang memperdebatkan atau bahkan mempersoalkan kembali keberadaan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara Indonesia, maka hal itu sama dengan mempersoalkan kembali bangsa Indonesia oleh para pendiri bangsa di tahun 1945 yang lalu,” tegasnya.
Lebih lanjut, Puan mengatakan bangsa ini telah dihadapkan dengan berbagai tantangan besar selama 76 tahun perjalanan kemerdekaan Indonesi. Namun Pancasila disebut berkali-kali telah membuktikan efektivitasnya sebagai ideologi yang dinamis dan dapat mengikuti setiap perkembangan zaman serta menjadi solusi terhadap setiap persoalan bangsa yang dihadapi.
“Tantangan terbesar yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah menghadapi pandemi global Covid-19, yang masuk ke Indonesia sejak Maret 2020 lalu. Namun sekali lagi kita patut bersyukur karena bangsa Indonesia memiliki Pancasila yang dapat berfungsi menjadi dasar berpijak dan bintang penuntun arah perjalanan bangsa Indonesia, termasuk dalam mengatasi pandemi Covid,” urai Puan.

