“Data menunjukkan, luas Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Tengah tahun ini kurang dari 9 ribu hektare, jauh lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang hampir mencapai 360 ribu hektare. Hal ini membuktikan bahwa kerja keras kita semua telah membuahkan hasil,” ungkap Hanif.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto menegaskan kesiapan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Kalimantan Tengah.
“Badan Nasional Penanggulangan Bencana telah menyiapkan 77 pos lapangan di wilayah-wilayah rawan. Apabila diperlukan, akan dibentuk satuan khusus. Operasi modifikasi cuaca juga terus dilaksanakan dan saat ini telah siaga dua unit helikopter patroli serta water bombing untuk menjangkau titik api yang sulit diakses,” jelas Suharyanto.
Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran mengapresiasi peran Badan Nasional Penanggulangan Bencana dalam mendukung upaya pemadaman serta pelaksanaan operasi modifikasi cuaca di wilayahnya.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana dalam operasi tanggap darurat. Pelaksanaan OMC (Operasi Modifikasi Cuaca) dan pemadaman langsung menjadi langkah strategis penanganan Karhutla,” tutur Gubernur.

