Pada babak penyisihan pertama, tim Dinas TPHP berhasil mengalahkan tim Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalteng. Namun pada babak penyisihan kedua, tim Dinas TPHP harus mengakui keunggulan tim Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan.

Meski belum berhasil meraih kemenangan, seluruh pemain telah menunjukkan performa terbaik, semangat juang tinggi, serta kekompakan tim selama bertanding. Kebersamaan dan sportivitas yang terbangun di lapangan menjadi nilai penting yang lebih utama dalam olahraga tradisional ini.

“Mari bersama-sama menjaga dan melestarikan olahraga tradisional Sepak Sawut agar tetap menjadi budaya khas Kalimantan Tengah,” ujar Goalter Zoko, salah satu pendamping lapangan tim Dinas TPHP.

Melalui partisipasi dalam FBIM 2026, Dinas TPHP Provinsi Kalimantan Tengah berharap semangat pelestarian budaya daerah terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di era modern. *#TIM#* www.lintasberita1.com