Reza juga memastikan proses rekrutmen akan dilakukan secara terbuka melalui mekanisme seleksi. Sekretariat pendaftaran nantinya dipusatkan di Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah.

“Nanti ada seleksi, nanti kita umumkan. Terus nanti sekretariatnya di Dinas Pendidikan. Seluruh mahasiswa silakan mendaftarkan diri dan kita juga membuka peluang untuk menerima rekomendasi misalnya dari HMI, GMNI, HIMA maupun BEM Presma,” jelasnya.

Ia berharap proses rekrutmen tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan di Kalimantan Tengah.

Dalam proses seleksi, mahasiswa disebut tetap menjadi prioritas utama. Namun, kemungkinan keterlibatan lulusan sarjana juga masih terbuka untuk memenuhi kebutuhan tertentu.

“Kemarin terakhir dengan bapak gubernur memang itu pelajar tapi memang mungkin ada beberapa persen yang mungkin kita ambil karena memang lulusan S1 sehingga harapannya dia punya analisa yang sudah matang,” katanya.

Untuk batas usia, Reza menyebut sementara diarahkan bagi usia produktif dengan kisaran maksimal di bawah 35 tahun.

Sementara itu, terkait status kerja dan skema honorarium, ia mengatakan hal tersebut masih dalam pembahasan internal pemerintah. Bahkan menurutnya, ada sejumlah mahasiswa yang siap bergabung secara sukarela sebagai relawan.